Call Me Fay

a place to share :)

kedaimelia3

October 31, 2016
by callmefay
0 comments

Big Brunch at Kedai Melia

Sejak hari Jumat lalu abis liat review salah satu member grup kuliner Surabaya di Facebook tentang Kedai Melia di jalan Peneleh, aku liat instagramnya Kedai Melia and asli ngeces buangetttt… apalagi liat menu penyetan telor kornetnya and sambelnya yang gak pelit… wuoooo… trus banyak menu yang unik juga kayak nasgor soto, nasgor rendang, nasgor kare, nasgor rawon, nasgor tomyum, mie aceh, buanyakkkkk dah menunya… Ada snack juga kayak maryam, tahu isi, kebab, etc. Minumannya juga banyak. And yang paling penting harganya masih friendly, best deal coz porsinya lumayan.

Nah secara kemaren kan masih tutup lapak, and baru buka tadi pagi. So kemaren malem suddenly aku mikir ah besok Senen (hari ini) aja aku ke Kedai Melia sendirian, kuliner dewe, mumpung masih ada diskon 50% sampe 10 November, dalam rangka anniversary setaun kedai Melia ini. Nah yang jadi bikin urgent adalah… diskon 50% nya ini cuman berlaku hari Senen-Kamis dari jam 8 pagi – jam 4 sore. Kan jam kerja tuh. Jadi ga mungkin ngajak Ivon Maria kan. And yang laen juga ga bisa kayaknya… jadi yaudah kuliner sendiri XD

So here I am at Kedai Melia. Nyampe di sini jam 10 and langsung pesen mie aceh + penyetan telor kornet + teh tawar hangat. Mbaknya sampe bilang lagi kalo diskonannya cuman berlaku makan di tempat XD Ga yakin ya mbak saya bisa ngabisin 2 porsi main course? XD Saya sudah siap sedia mbak…. udah siapin space perut coz dari pagi ga makan apapun cuman minum air XD niat banget ya XD

Tapi ga nyesel asli… mie acehnya uenak… penyetan kornet juga enak and sambelnya lumayan generous, banyak menu penyetan pelit sambel…. eum… kayaknya penyetan dimana2 memang enak si ya XD hopefully siy aku masih bisa kesini lagi mumpung masih ada diskon sampe minggu depan ini. Pengen nyobain nasgor sotonya and minuman coklat jumbonya. Nih foto-foto liputannya:

kedaimelia1

kedaimelia3

Quite a cozy place right? Benernya masih ada sudut2 lainnya yang feels homy… tapi ga aku foto lah ntar dipikir kok cekrek sana sini maksudnya apa XD coba ini kedai deket rumah aku bisa sering kesini…

———————————

Kedai Melia
(IG kedaimelia)
Address: Jalan Peneleh No.122A, Genteng, Surabaya, Kota SBY, Jawa Timur 60274
Phone: (031) 5318548
Hours: 8AM – 8PM

November 20, 2014
by callmefay
0 comments

About Trusting

Don’t trust / rely on your feeling, because feeling changes easily, as well as emotions.

Don’t trust / rely on what you think, because most of your thoughts are only results from past experiences and other people’s opinions.

Trust / rely on His Words, because His Words are the ultimate truth.

November 13, 2014
by callmefay
0 comments

Book: Ken & Kaskus

Udah lama ga ngeblog di sini XD Biasanya aku ngeblog di my personal blog hehehe… ok so kemaren lusa aku pinjem bukunya temenku “Ken & Kaskus – Cerita Sukses di Usia Muda”. Actually postingan ini bukan book review ya XD Tapi gara-gara baca buku itu jadi nostalgia dulu jaman aku masih jadi admin forum Jawaban.com pas jaman masih kerja di Lippo Cikarang, around 2006 – 2008 deh.

Ini ada 2 cuplikan paragraf dari bukunya:

Saya dan Andrew sepakat untuk menciptakan dunia yang fleksibel tapi bertanggung jawab di Kaskus. Kebebasan dan limit yang kami ciptakan ibarat sebuah piring. Kita bisa bergerak ke mana-mana melingkari piring itu dan bisa juga membesarkan luas piring. Tapi tetap ada limitnya. Kami nggak menciptakan limit seperti kerangkeng, yang memenjara dan membatasi gerak. Sebab ketika jiwa karyawan terpenjara di kantor, yang mereka berikan akhirnya hanya waktu dan kehadiran, bukan hati.
(Halaman 271)

Awal aku dulu gabung, terutama saat awal-awal aku handle forum, buat aku pribadi yah, itu suasana kerja yang sangat-sangat enak buat aku. Fleksibel tapi bertanggungjawab, and my passion is on writing and also the forum. Aku juga suka nulis artikel, and timeframe kerjanya gak padat. Jadi flowing kerjanya itu bisa enjoy dan maksimal juga. Malah dulu aku seringnya pulang after office hour, gara-gara masih asyik ngutak-atik forum, browsing, dll tapi ya seputar kayak cari bahan artikel atau cari perbandingan forum laen… But I didn’t feel all of that sebagai kerjaan, tapi sebagai something that I like doing and kerjaanku pas nyediain wadahnya. Cuman sayangnya saat-saat terakhir aku di sana suasanaya udah ga gitu lagi, timeframe kerja jadi padat, and I realize that seharusnya aku bisa nulis artikel-artikel yang lebih berkualitas, yang punya “jiwa” sendiri like it all used to be… Tapi karna keterbatasan waktu dan semakin banyaknya kerjaan yang harus aku handle, jadinya semua berasa kayak “kerjaan” and I felt jadi kayak robot…, gak bisa enjoy lagi.

Oke. Lalu apa konsep yang kami khayalkan? Hmmm, yang paling pertama saya pikirkan adalah orang-orang yang akan bekerja di sana. Kami ingin menciptakan surga bekerja, bukan kantor yang stressful. Khayalan kami, para karyawan akan sangat mencintai dan merindukan kantor ini. Yang bisa membuat merekabahkan di hari liburpun tetap merindukan ada di sana. Sebuah tempat yang mampu menggugah kreatifitas, menyuburkan lahirnya ide, dan memahami emosi mereka sebagai manusia. Kami berdua pernah mengunjungi kantor Google dan Facebook. Mereka menciptakan sebuah kantor yang sangat memanjakan emosi dan pikiran, dimana orang bisa mengerahkan perasaan terbaik saat bekerja.
(Halaman 273)

Pemimpin yang baik (dan punya hati) itu pasti lebih dulu mikirin orang-orang yang akan dipimpinnya… Coz memang bener kalo sampe karyawan udah ngerasa sense of belonging di kantor, mereka pasti do the best and give the best, automatically. Memang siy dari sisi karyawannya juga harus dipastikan bahwa mereka punya passion yang sejalan sama pekerjaan mereka, kalo gak sejalan ya ga mungkin bisa maksimal, yang ada pasti tertekan XD Trus ya kudu dipastikan karyawannya juga niat kerja bukan sekedar mau enaknya aja dibayar tapi kerjanya seminimal mungkin XD

Yah pas awal-awal aku di sana itu memang berasa betah di kantor loh… Kayak yang udah aku bilang, aku bisa enjoy nulis artikel-artikel and ngurus forum, chatting sama member-member forum… Semua itu gak berasa kerjaan yang stressful, aku bener-bener enjoy doing all of those… Tapi saat-saat terakhir, udah kerjaan tambah banyak, timeframe kerjaan padat, dari yang sebelumnya aku itu selalu kangen ngetak-ngetik keyboard komputer sampe aku bisa ngerasa benci liat keyboard gara-gara seharian harus ngetik non stop demi mengejar deadline (ini beneran loh…).

Biar bisa bertahan dengan kondisi kayak gitu aku harus jadi “mati rasa”. Maksudnya kalo nulis artikel, sebelumnya kan aku bebas and ada waktu buat browsing-browsing cari bahan, cari apa siy topik yang lagi banyak dipertanyakan sama orang-orang diluaran sana, and biasanya artikel yang aku tulis itu nge-hit, sampe dishare di blog-blog orang, di-share di forum,… tapi sejak kerjaan makin padat ya ga sempet lah browsing-browsing gitu, jadinya terpaksa buru-buru cari bahan and langsung terjemahin, pokoknya seadanya aja asal bisa selesai cepat coz masih ada banyak yang laen yang kudu dikerjain. Jadi udah ga bisa perfeksionis lagi, harus terpaksa “mati rasa” menghasilkan artikel yang seadanya, yang ga punya “jiwa”. Abis gimana lagi, kualitas terpaksa dikorbankan demi kuantitas… Kalo ga gitu bisa-bisa 24 jam kudu kerja terus di kantor… Di forum juga terjadi degradasi, I will write about it later…

Kami juga punya ruang makan atau kantin yang ditata layaknya sebuah kafe. Sengaja kami menyiapkan katering gratis bagi karyawan untuk melancarkan produktivitas kerja. Mencari tempat makan di kantor baru ini tak semudah seperti saat kami berkantor di Melawai. Karyawan harus melakukan perjalanan cukup jauh menuju tempat makan, dan harganya pun nggak terlalu murah. Saya dan Andrew kemudian sepakat untuk membuat “kafe” dengan makanan gratis. Dari sisi efisiensi waktu, karyawan nggak perlu membuang banyak waktu untuk berjalan mencari tempat makan. Dari sisi ekonomi pun mereka terbantu.

Intinya, kami ingin mendukung suasana kerja yang nyaman dengan memahami perasaan manusia. Memang ada yang mengatakan bawa profesionalisme nggak boleh digabungkan dengan urusan pribadi. Bisnis adalah bisnis. Urusan pribadi sebaiknya dipisahkan, Tapi ada kalanya kondisi kehidupan pribadi mempengaruhi pekerjaan. Ini nggak bisa dipungkiri. Bagaimanapun, kehidupan pribadi akan menjadi beban tersendiri dan terbawa ke alam kerja. Bayangkan, seorang karyawati yang baru saja bertengkar dengan suaminya pastilah akan bekerja dengan mood yang kurang baik di kantor. Bagaimanapun mereka manusia.

Tentu saja kami nggak mungkin mencampuri urusan pribadi karyawan dan menyelesaikan perkara mereka. Nggak mungkin saya jadi penengah karyawan yang perang dengan pasangannya. Tapi saya dan Andrew berusaha meminimalkan tekanan hidup mereka dengan menyediakan wahana kerja yang kondusif. Itulah kenapa kami membuat kantor dengan upaya sedapat mungkin bisa menyegarkan jiwa semua orang yang bekerja di sini. Sebuah tempat yang bukan saja menjadi ruang kerja, tapi wadah yang bisa menggugah mereka menjadi manusia-manusia kreatif yang selalu bersemangat.
(Halaman 275)

Nah… titik beratnya di sini adalah me”manusia”kan karyawan… alias memperlakukan karyawan sebagai manusia, karna mereka memang manusia, bukan robot…. Forum juga gitu, namanya kan komunitas online ya, member-membernya juga manusia… Pas forum lagi naik and booming itu memang aku sering chatting sama mereka, sama moderator juga, ya natural lah kan namanya juga komunitas, berhubungan sama orang yang ga sedikit… Karna sering chatting (kan kopdar paling sebulan sekali atau 2 kali) jadinya hubungan kita itu deket ya kayak berteman secara alamiah gitu, sama moderator juga kompak… Efeknya ya ke forum jadi bagus. Tapi terakhir-terakhir itu degradasi karna di kantor ada aturan baru ga bole chatting, YM dihapus dari komputer (tapi dulu sempet diinstallin lagi secretly XD Lah kalo ga ada YM gimana bisa kontakan sama member forum? Gak masuk akal banget… harusnya ada perkecualian, ini loh ngurus komunitas, bukan ngurus kerjaan mati). Trus ada pembagian tugas and load kerjaan tambah banyak. Jadinya aku harus memilih mendahulukan kelarin artikel-artikel dulu, baru sisanya aku urus forum. Aku sering pulang malem and aku ngerasa ga bisa enjoy lagi, semua kayak tekanan.

Soal ekonomi ngaruh juga… Aku pernah denger ibu kantin bilang harga makanannya ga bisa murah-murah amat soalnya sewanya di sana juga mahal… Jadi mereka buat jualan kudu sewa juga kan ke kantor… Kalo bisa kayak kantornya Kaskus gini enak, ya kalopun gak gratis, minimal sewanya murah aja lah, sewa rugi, jadi harga makanan juga bisa terjangkau. Coz harga makanan di kantin terjangkaunya cuman sama yang level manager kali… Aku juga ga tiap hari makan di kantin, soalnya ga nutut lah sama gaji. Intinya mah, gimana kalo bisa itu juga mikirin dari sisi karyawan juga ya… nggak cuman pendapatan kantor… Coz kalo suasananya kondusif, karyawan juga pasti betah and jadi maksimal juga, bakal ada sense of belonging instead of ngerasa terpaksa kerja because they just have to.

Yah ini semi nostalgia curhat XD And ini semuanya sudut pandang pribadiku siy… I know kantorku dulu itu masih jauhhh lebih baek dibanding tempat kerja – tempat kerja laennya. Plus itu kan udah years ago, gatau deh sekarang gimana… hopefully better ya… Mungkin aku sendiri aja yang ga cocok kerja kantoran XD I’m so into that flexibility and responsibility XD Gak bisa enjoy kalo harus saklek dibatasin ini itu atau dijejalin dengan banyak kerjaan dalam timeframe yang sempit.

Tapi the good side is… kalo ga ngalamin kayak gitu aku juga ga bakal ada keinginan yang gede banget buat bisa kerja sendiri XD soalnya bisa-bisa berasa terlalu nyaman and betah jadi karyawan kantoran terus XD Kalo kerja sendiri gini enak bisa fleksibel. Jadi bisa do aktivitas laen juga, nggak saklek dari pagi sampe sore kudu ngantor trus pulang rumah udah capek kena macet di jalan… 🙂

Tapi memang siy, recommended kalo kerja kantoran itu memang medan pelatihan terbaik sebelum kerja sendiri, soalnya kita kan pernah ngerasain gimana jadi karyawan, jadi kalo someday punya usaha sendiri bisa lebih berempati and kepikiran hal-hal yang mungkin kelewat kalo langsung jadi atasan. Atau kalo someday kerja sendiri, paling ga ritme kerjanya udah kebentuk, jadi gak ngaco walo waktu kerjanya bebas and fleksibel hehehe…

October 28, 2013
by callmefay
0 comments

OCD – Obsessive Corbuziers Diet

OCD ini diet yang lagi ngetrend. Aku sendiri karna ga begitu update, taunya dari temen sekomunitas yang udah nyobain selama beberapa bulan. Efek dari OCD yang dia jalanin itu gede banget. Flek-flek di mukanya hilang, trus dia jadi lebih sehat jarang sakit, sebelumnya gampang sakit yang flu lah, yang batuk lah, masuk angin lah… (coz kerjaan dia lumayan aktif and menguras pikiran and tenaga juga). Jadilah aku tertarik and visit ke webnya Deddy Corbuzier Ready for Fit and baca PDF soal OCD ini.

Buat yang udah denger tentang OCD, better baca sendiri dulu PDFnya ini and ga langsung nerima mentah-mentah omongan orang. Coz ada temenku yang lain lagi itu langsung kontra karna denger cerita orang tentang OCD tanpa ngerti prinsipnya. Kebanyakan orang mungkin juga langsung aja ngikutin saran praktis, misalnya buat jendela makan 6 jam berarti makan dari jam 12 siang sampe jam 6 sore. Padahal intinya itu makan pertama minimal 3 jam setelah bangun pagi, jadi jam-nya nggak fixed. Kalo aku sendiri udah jalan 1 bulan, aku ambil jendela makan 6 jam and makannya dari jam 10 pagi sampe jam 4 sore, coz aku bangunnya kan jam 5 pagi and I’m a morning person so kalo baru mulai makan jam 12 itu krucukan ni perut XD Kalo malem aku memang ga masalah and ga krucukan kalo ga makan soalnya kalo malem kan dah nyantai ga ngapa-ngapain.

Pas awal-awal, memang berasa ga enak, terutama pagi sebelum makan pertama, perut pasti krucukan, soalnya kan biasanya memang makan pagi. Trus sempet juga beberapa hari yang agak kalap (ngeliatin jam and mikir waduh 1 jam lagi udah ga bisa makan lagi, ngemil-ngemil ah… XD). Tapi semakin ke sini semakin ga berasa, kayaknya ya badanku udah adaptasi sendiri hehehe… Trus kalo sebelum OCD, aku kan doyan ngemil, and bisa masuk banyak tuh. Tapi sejak OCD udah jalan beberapa minggu, aku baru ngerasa kok napsu makanku berkurang, jadi gak yang cari cemilan, trus kalo makan juga yang bisa masuk itu secukupnya, kalo makan banyak berasa udah full, kenyang banget. Padahal sebelumnya kalo porsi banyak itu masih bisa masuk, palingan ya berasa kenyang tapi ga yang sampe kenyang banget. Jadi buat aku pribadi ini enak banget. Coz jadi secara alamiah itu makannya normal, gak yang pengen nyemil terus, and memang kayaknya berat badanku turun. Gak punya timbangan siy, tapi yang biasanya jadi ukuranku itu celana panjang XD Sebelumnya salah satu celana panjangku itu kan agak ketat di bagian perut, buat dikancingin itu mesti nahan napas XD Tapi barusan ini celananya jadi pas, nyaman… ya sapa yang gak seneng XD

Nanti ke depan aku mau coba combine ama jendela makan 4 jam and kalo dah bisa 4 jam mau nambah yang 1 hari puasa itu. Dulu mikirnya ga mungkin pasti krucukan. Tapi buktinya setelah jalan beberapa lama aku malah ga laper-an… Malah kalo udah makan pertama / buka puasa itu perut berasa kenyang jauh lebih lama. Jadi baru berasa it’s possible lah buat puasa 1 hari yang cuman makan sekali itu. Sementara ini aku pendekin pelan-pelan jadi jendela makan 5 jam dulu, buka puasanya jam 10:30 and makan cuman sampe jam 15:30… pokoknya transisinya nyantai aja lah biar natural hehehe…

aloeveraleaveinconditioner

May 15, 2013
by callmefay
0 comments

Homemade Aloe Vera Leave In Conditioner

Lama ga ngeblog di sini XD

Berhubung lagi tergila-gila ama aloe vera alias lidah buaya, makanya aku pengen bikin homemade beauty / skin care products yang ada bahan aloe vera gel-nya dulu, mumpung ada. Kapan hari kan minta lidah buaya ke Ai Melyana yang tinggal di kompleks sini, dia nanem lidah buaya banyak banget di depan rumahnya.

So ok here we go… sayangnya tadi aku ga foto step by stepnya… soalnya kan baru percobaan pertama… Ntar laen kali kalo bikin lagi dah. Aku cuman bikin separuh dari resep ini:

Ingredients
– 1/2 cup Shea Butter
– 1/4 cup Homemade Aloe Vera Gel
– 1 Tbs coconut oil (ini aku ganti pake Extra Virgin Olive Oil)

Steps
1. Kalo di barat mereka perlu melting shea butter + oilnya dulu pake double boiler coz kan di sana suhunya dingin jadi bentuk dua bahan itu masih solid. Kalo di sini berhubung negara tropis, jadinya ga perlu di-melting. Cuman kayaknya next time aku mau coba dimelting dikit pengen tau apa nyampurnya bisa lebih ok kalo suhunya agak hangat.
2. Campur semua bahan di mangkok, kocok either pake stick blender atau garpu. Aku siy pake garpu tadi secara ga punya blender hehehe… kayaknya ntar perlu beli stick blender secara bakal sering bikin-bikin yang homemade gini… Kocoknya sampe nyampur semua jadi satu.
3. Kalo udah nyampur, tinggal taruh deh di tempat leave in conditioner. Tekstur akhirnya creamy. Cuman aku coba pake di rambutku kan, kayaknya masih perlu ditambah liquid, mungkin harusnya ditambah lebih banyak aloe vera gelnya… ya ntar deh aku tambah lagi… ntar aku update kalo dah bisa nemu takaran yang pas buat jadi tekstur yang oke.

Leave in conditioner ini dipake setelah rambut kering and setelah disisir ga ada yang nyangkut. Setelah make disisir kayak biasa deh 🙂

So this is it, homemade aloe vera leave in conditioner ala Fay XD XD XD

PS: aku tambahin 2 tetep vanilla essential oil… OMG baunya kayak kue… harum creamy… menggoda buat dimakan XD